Warga Situbondo Hancurkan Peti Jenazah Covid Berujung Viral

Posted on



Surabaya, CNN Indonesia —

Warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, nekat merampas paksa dan menghancurkan sebuah peti jenazah pasien Covid-19. Peristiwa ini terekam dalam sebuah video amatir berdurasi 19 detik yang beredar di media sosial.

Dalam video itu tampak puluhan warga mengambil paksa peti jenazah dari mobil ambulans. Mereka kemudian mencoba membongkar peti itu dengan merusaknya.

Peti itu berisi jenazah pasien covid-19 berinisial S (36) warga Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Situbondo. Sementara warga yang membongkar peti itu adalah keluarganya yang tak terima jika S dimakamkan dengan protokol pemakaman Covid-19.

Sebelum meninggal, S sempat dirawat di RSUD Situbondo selama sepekan. Buntut aksi ini, keluarga kemudian memakamkan jenazah S tanpa protokol Covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 Desa Panji Kidul, Budiono, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak keluarga merebut peti jenazah dan merusaknya, pada Rabu (21/7).

“Benar, ada peristiwa perampasan dan pengerusakan peti jenazah Covid 19 yang dilakukan warga,” kata Budiono, Kamis (22/7).

Padahal, ia mengaku telah mengingatkan pihak keluarga agar mengikuti segala protokol pemakaman yang ada. Sebab mendiang memang telah tekonfirmasi positif Covid-19. Namun emosi warga sulit dikendalikan.

“Saya sempat memberikan pemahaman kepada keluarga dan warga, bahwa berdasarkan hasil swab PCR almarhumah positif Covid-19,” ujarnya.

Akibat kejadian ini, pihaknya pun akan melakukan tracing dam melakukan tes swab antigen kepada pihak keluarga dan warga yang terlibat perampasan paksa peti mati tersebut.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat juga tengah mendalami kasus perampasan dan perusakan peti tersebut. Sejumlah saksi kini sedang dimintai keterangan.

“Kami masih minta keterangan pihak terkait dan saki-saksi dulu,” kata Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agus Widodo.

(frd/psp)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *