Varian Delta Menyebar, Nakes New York Wajib Vaksin dan Tes COVID-19 Tiap Pekan

Posted on



Petugas kesehatan memberikan vaksin kepada kepada warga di CVS Pharmacy, New York City, New York, AS. Foto: Mike Segar/REUTERS
Penyebaran varian Delta yang semakin masif di Amerika Serikat mengancam nyawa masyarakat, terutama yang belum divaksinasi. Oleh karenanya, Kota New York akan mewajibkan vaksinasi atau tes COVID-19 tiap pekan bagi seluruh tenaga kesehatan.
Menurut Wali Kota New York, Bill de Blaiso, kebijakan ini akan berlaku efektif pada 2 Agustus 2021. Pemerintah kota akan menskors tanpa upah seluruh karyawan yang menolak divaksinasi atau dites.

“Karena varian Delta ini, pilihan ada dua yaitu antara infeksi atau vaksinasi. Dan hal itu dapat bermakna antara hidup dan mati,” kata Komisioner Kesehatan New York, Dave Chokshi, pada Rabu (21/7).

Dikutip dari Reuters, sekitar 60% dari 42 ribu staf di rumah sakit umum Kota New York telah divaksinasi. Sementara di RS lainnya di penjuru New York, 70% dari total staf telah divaksinasi dosis penuh.

Tetapi, persentase dari staf RS umum New York yang sudah divaksinasi dosis penuh ternyata lebih rendah dibandingkan dengan persentase vaksinasi penuh orang dewasa New York (65%).

Warga memakai masker berjalan melewati origami yang ditampilkan untuk menghormati korban akibat virus corona di Perpustakaan Greenpoint, Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Foto: Brendan McDermid/REUTERS

De Blasio mengatakan, New York mungkin akan menerapkan kebijakan yang lebih ketat lagi ke depannya jika ancaman varian Delta di kota metropolitan ini semakin memburuk.

Ada kemungkinan aturan wajib vaksin dan wajib tes COVID-19 ini akan diberlakukan kepada seluruh pekerja di New York.

Varian Delta, strain virus corona yang pertama diidentifikasi di India, kini telah menjadi varian dominan di seluruh dunia. Kasus COVID-19 AS beberapa pekan terakhir meningkat pesat akibat varian ini, ditambah dengan progress vaksinasi yang melambat.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Rochelle Walensky, mengungkapkan 97% dari jumlah pasien corona AS yang dirawat di rumah sakit adalah mereka yang belum divaksinasi.

Lonjakan Kasus COVID-19 di AS

Beberapa negara bagian dengan tingkat vaksinasi rendah, seperti Utah, Arkansas, Texas, dan Louisiana, kembali menghadapi lonjakan kasus yang buruk.

Sejumlah rumah sakit pun mengakui mereka mulai kewalahan menghadapi peningkatan jumlah pasien corona.

Sejumlah warga di sekitar Rumah Sakit Mount Sinai di Manhattan, New York City, Amerika Serikat, memberikan dukungan terhadap petugas medis, Senin (13/4) Foto: Reuters/Mike Segar

“Kami mencatat peningkatan angka kasus COVID-19 yang mengkhawatirkan di penjuru area Kota Houston,” ucap Juru Bicara Rumah Sakit Methodist Houston, Texas.

“Meningkatnya hospitalisasi menambah tekanan berat terhadap RS-RS kami yang kapasitasnya hampir menyentuh kapasitas maksimal,” lanjutnya.

Kasus COVID-19 AS, menurut data analisis Reuters, meningkat hingga hampir tiga kali lipat dalam satu bulan ini. Sementara hospitalisasi atau perawatan di rumah sakit melonjak hingga 40%. Tetapi kematian menunjukkan penurunan 14% dalam periode waktu yang sama.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *