RS di Purwakarta Krisis Oksigen, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

Posted on


Jakarta, CNN Indonesia —

Rumah Sakit Umum (RSU) Holistic, Purwakarta, Jawa Barat buka suara soal temuan pasien Covid-19 yang meninggal dunia akibat kekurangan suplai oksigen pada Senin (19/7).

Humas RSU Holistic Saepul Bahri mengatakan tiga pasien meninggal sempat diberikan pertolongan dan pemenuhan oksigen. Hanya saja, kapasitas oksigen yang digunakan saat itu terbatas lantaran pihak RS kesulitan mencari suplai oksigen.

“Yang meninggal betul ada tiga orang pas oksigen kita kekurangan di Senin. Namun untuk 14 orang itu tidak. Jadi 14 pasien meninggal itu dalam sebulan, dan hanya tiga yang terkait oksigen, yang 11 lainnya meninggal dunia rata-rata karena memiliki komorbid,” kata Saepul saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (22/7).

Saepul mengatakan saat krisis oksigen beberapa hari lalu, pihaknya sudah berupaya mendatangi distributor oksigen. Namun distributor juga kewalahan usai permintaan meningkat 1.200 persen dalam beberapa pekan terakhir.

RSU Holistic, lanjut Saepul, juga telah meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas Kesehatan Purwakarta. Namun menurutnya bantuan yang diberikan belum cukup memenuhi penggunaan oksigen di RSU Holistic.

“Selama pandemi ini, kita memang mengalami peningkatan, jadi kebutuhan idealnya 240 tabung per hari. Paling-paling kami dipasok 60-100 per hari, sisanya mencari sendiri selama ini. Ada dari Dinkes 10 tabung, hari kedua 5 tabung sistemnya pinjam pakai, namun ya masih jauh dari kebutuhan,” kata dia.

Saepul mengatakan krisis oksigen di RSU Holistic hanya terjadi pada satu hari itu saja.

Demi mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang membutuhkan penggunaan oksigen, maka per 20 Juli lalu pihaknya memutuskan untuk memasang pengunguman yang menyebutkan bahwa RSU Holistic tidak menerima pasien Covid-19 degan gejala sesak napas.

Saepul mengimbau agar pasien dengan gejala sesak napas dan gejala berat untuk memeriksakan diri ke RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Dia juga menginformasikan sejauh ini pihaknya menyediakan total 56 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 dengan gejala berat. Per Kamis (22/7), 44 dari total kamar tersedia telah terisi.

“Pengumuman itu masih kami pasang, karena maaf saat ini kami masih fokus pada pasien yang dirawat,” ujarnya.

Kelangkaan oksigen untuk pemenuhan pasien Covid-19 terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa pekan terakhir. Mulai dari RSUP dr Sardjito di DI Yogyakarta, RS Bhina Bakti Husada Rembang Jawa Tengah, RS Immanuel Bandung, RSUD Putussibau, hingga RSUD Jayapura.

Merespons itu, pemerintah mengingatkan kembali kepada rumah sakit agar terus memperbarui situasi oksigen pada sistem informasi RS Online secara teratur, agar penanganan Covid-19 maksimal.

Untuk memastikan pasokan, pemerintah juga sudah menerima dari donasi berupa oksigen concentrator, tabung oksigen, liquid oksigen dari Singapura, Australia, Temasek, Indorama, Shopee, Pertamina dan Tanoto.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin jug mengatakan kebutuhan oksigen saat ini mencapai 2.000 ton per hari. Atas kebutuhan ini, pemerintah telah mengalihkan kelebihan kapasitas oksigen di industri sebanyak 240 ton-250 ton per hari untuk kebutuhan medis.

Selain itu, pemerintah juga membeli 20 ribu sampai 30 ribu oksigen konsentrator untuk menyediakan 600 ton oksigen per hari. Indonesia juga mengimpor 10 ribu oksigen konsentrator dari Singapura.

Tak ketinggalan, Indonesia juga menerima sumbangan oksigen dari sejumlah negara di dunia. Salah satu yang teranyar adalah Uni Emirat Arab yang menyumbang 450 unit tabung oksigen berukuran 40 liter dan 150 unit konsentrator oksigen portable.




Infografis Ciri Pasien Covid Harus ke Rumah SakitInfografis Ciri Pasien Covid Harus ke Rumah Sakit. (CNN Indonesia/Fajrian)

(khr/pmg)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *