Peluncuran Buku Kepala BPH Migas Dihadiri Para Tokoh Nasional

Posted on



Jakarta, CNN Indonesia —

Di penghujung masa bakti sebagai Kepala BPH Migas sekaligus Ketua Komite BPH Migas 201702021, M Fanshurullah Asa atau yang dipanggil Ifan meluncurkan dua buku, masing-masing bertajuk Energi untuk Kemandirian dan Talang Emas Hilir Migas pada Jumat (30/7).

Digelar secara hybrid, kegiatan tersebut dihadiri para tokoh nasional seperti eks Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua BPK Agung Firman Sampurna, pendiri INDEF dan guru besar Institut Pertanian Bogor Didin Damanhuru, anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam dan Andi Yuliani Paris, Ketua Komite II DPD Sylviana Murni, hingga eks Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan eks Kepala BPH Migas Tubagus Haryono.

Akbar Tandjung selaku keynote speaker dalam peluncuran buku itu mengatakan, Indonesia harus memiliki strategi tepat untuk meningkatkan produksi minyak. Terlebih, negara ini pernah dikenal sebagai penghasil minyak hingga menjadi anggota OPEC.

“Tapi saya bangga dengan adinda Ifan, pertama, dia aktivis organisasi yang saya pernah memimpinnya, Himpunan Mahasiswa Islam. Yang kedua, saya bangga karena adinda Ifan juga alumni S2 dan S3 Fakultas Teknik UI, fakultas saya. Tentu saja dengan pengalaman organisasi yang cukup waktu muda dan pengetahuan bidang energi membuatnya mampu bekerja dengan baik, saya berharap ke depannya juga mendapatkan peran-peran penting,” ujar Akbar.

Agung Firman Sampurna menyebut, buku Energi untuk Kemandirian lebih tepat dikaitkan dengan ketahanan energi. Pasalnya, ketahanan energi menjadi syarat mewujudkan kemandirian.

“Jika ketahanan dan kemandirian energi bisa dicapai, maka kita akan memiliki kedaulatan energi, karena itu peranan BPH Migas menjadi strategis dan sangat vital,” katanya.

Lebih jauh, Agung mengapresiasi capaian BPH Migas di bawah kepemimpinan Ifan, termasuk inovasi melalui program BBM Satu Harga dan sebagai jembatan atas berbagai masalah terkait akses BBM di daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal).

“Perlu dicatat, inovasi adalah terobosan tidaklah harus menabrak atau bertentangan dengan aturan, dan saya sampaikan apresiasi BPH Migas bisa buktikan sejauh ini banyak terobosan inovasi yang tidak menabrak aturan. Selain itu Komite secara terus melakukan adaptasi yang dinamis, dengan berbagai masalah dan keterbatasan yang dihadapi,” katanya.

Tanggung Jawab Intelektual

Ifan sendiri dalam sambutannya menjelaskan, penerbitan buku merupakan tradisi yang dikembangkan Komite BPH Migas periode 2017-2021, setidaknya satu buku per tahun.

“Selama saya menjadi Kepala BPH Migas, 4 tahun lebih, satu tahun satu buku. Buku itu bekerja untuk keabadian, semua yang kita raih atau capai dengan team work tentunya akan hilang musnah dalam sejarah pada saat tidak mampu kita tuangkan dalam satu buku,” ucap Ifan.

Selain itu, buku sekaligus menjadi pertanggung jawaban intelektual secara akademis berdasarkan data. Buku itu disebut Ifan menggambarkan pengalamannya selama 30 tahun berkutat di sektor migas, dengan 10 tahun di antaranya menjabar sebagai Komite dan Kepala BPH Migas.

Buku Energi untuk Kemandirian, lanjut Ifan, menjelaskan pelbagai capaian melalui kolaborasi dengan berbagai sektor, seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Pertamina, ratusan perusahaan swasta, dan masyarakat. Dia berharap beragam catatan, ide, dan visi untuk masa mendatang pada kedua buku tersebut mendorong pengembangan sektor hilir migas.

“Maka ini kami tuangkan di dalam buku, menjelaskan apa saja yang mesti dibangun terkait hilir migas sehingga sektor energi bisa di kawal dengan baik dalam hilirisasi migas,” ungkap Ifan.

Adapun melalui bahasa penyajian tulisan yang lugas dan efektif, kedua buku mengenai migas itu dibuat agar nyaman di baca dan mudah di pahami, terlebih bagi kalangan yang berkecimpung dan menaruh perhatian pada sektor migas. Buku-buku tersebut dinilai bisa menjadi referensi wawasan sekaligus membuka wacana-wacana baru tentang pengelolaan hilir migas.

Energi untuk Kemandirian dan Talang Emas Hilir Migas yang kata pengantarnya ditulis Wantimpres Habib Luthfi bin Ali bin Yahya itu dicetak dan diterbitkan oleh Kompas Gramedia, tersedia dalam bentuk cetakan fisik maupun e-book.

(rea)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *