Pelayanan Kesehatan Untuk Reproduksi Perempuan dan Anak Terganggu

Posted on


 

DIREKTUR Analis Dampak Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hitima Wardhani mengatakan pandemi covid-19 telah menyita sitem perawatan secara global dan menyebabkan kesenjangan dan tantangan serius dalam penyediaan layanan kesehatan seksual reproduksi bagi perempuan dan anak perempuan.

Menurutnya satu tahun lebih pandemi berlangsung merupakan momen yang tepat untuk pemerintah mengevaluasi kebijakan yang selama ini telah dilaksanakan. “Utamanya kebijakan terkait kesehatan reproduksi di antaranya layanan kesehatan pada ibu hamil. Jika itu tidak dipenuhi maka akan berdampak pada kehamilannya dan meningkatkan akan melahirkan anak yang mengalami stunting,” kata Hitima dalam webinar Pemenuhan Hak dan Kesehatan Reproduksi untuk Percepatan Penurunan Stunting, Kamis (22/7).

Dari total kasus covid-19 di Indonesia sebanyak 12,6% atau 250 ribu berasal dari kelompok usia anak dari usia 0-18 tahun. proporsi terbesar berada pada kelompok usia 7-12 tahun atau sekitar 28,02%. Diikuti oleh kelompok usia 16-18 tahun atau 25,23% dan 13-15 tahun atau 19,92%. Namun berdasarkan persentase angka kematian yang tertinggi berada pada kelompok usia 0-2 tahun sekitar 0,81% diikuti oleh kelompok usia 16 sampai 18 tahun sekitar 0,22% dan 3-6 tahun atau sekitar 0,9%.

“Kita berusaha untuk meningkatkan kesadaran tentang kebutuhan dan kerentanan kesehatan seksual reproduksi perempuan dan anak perempuan untuk menyoroti Bagaimana melindungi hak dan pilihan merupakan solusi terbaik atas perubahan demografi,” ujarnya.

Kasus pasien positif covid-19 terus meningkat setiap harinya, per 21 Juli 2021 bertambah 33.772 orang, sehingga total kasusnya menjadi 2.983.830 orang dengan 2.356.556 (78,98%) pasien yang dinyatakan sembuh dan 77.583 (2,60%) pasien meninggal dunia. (H-1)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *