Pak Jokowi Beri Kabar Gembira, Rupiah Siap Juara

Posted on


Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah melemah 0,14% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14.515/US$ pada perdagangan awal pekan ini. Sementara Selasa kemarin, pasar keuangan Indonesia libur Hari Raya Idul Adha.

Saat pasar Indonesia libur, sebagian mata uang Asia mampu menguat melawan dolar AS. Padahal sentimen pelaku pasar sedang memburuk akibat lonjakan kasus penyakit virus corona (Covid-19), yang dikhawatirkan membuat perekonomian global kembali merosot.

Dalam kondisi tersebut, dolar AS yang menyandang status safe haven seharusnya sangat dominan, tetapi nyatanya malah melempem juga. Artinya, rupiah punya peluang menguat pada perdagangan Rabu (20/7/2021). Apalagi, dari dalam negeri ada kabar bagus, dalam 5 hari terakhir kasus Covid-19 menunjukkan penurunan.

Kemarin, jumlah kasus baru dilaporkan sebanyak 38.325 orang, naik dari hari sebelumnya 34.257 orang. Ini merupakan kenaikan pertama setelah menurun dalam 4 hari beruntun, tetapi jauh di bawah rekor 56.757 orang yang dicatat Kamis pekan lalu.

Selain itu, pemerintah berencana melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat secara bertahap mulai Senin 26 Juni mendatang, dengan syarat kasus Covid-19 terus menunjukkan penurunan. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap,” kata Jokowi dalam keterangan pers yang ditayangkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7/2021).

Rencana tersebut tentunya menjadi kabar baik, sebab sebelumnya beredar isu jika PPKM Mikro Darurat akan berlangsung hingga akhir bulan ini, bahkan bisa hingga 6 pekan.

Secara teknikal, rupiah masih didukung oleh pola Shooting Star yang muncul pada Rabu (30/6/2021), dan sehari setelahnya muncul pola gravestone doji. Keduanya merupakan sinyal reversal atau berbalik arahnya harga suatu aset. Dalam hal ini dolar AS melemah dan rupiah yang menguat.

Tail atau ekor pola gravestone doji berada di Rp 14.550/US$, dan rupiah masih berada di bawahnya. Artinya peluang penguatan masih terbuka.

Sementara itu indikator stochastic pada grafik harian makin menjauh dari wilayah overbought.




idrGrafik: Rupiah (USD/IDR) Harian
Foto: Refinitiv

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Artinya momentum penguatan rupiah sudah mulai berkurang, sebab stochastic mulai menjauh dari wilayah overbought.

Level psikologis Rp 14.500/US$ menjadi support bagi rupiah, jika berhasil dilewati ada peluang penguatan ke Rp 14.450/US$.

Sementara selama tertahan di Rp 14.500/US$, rupiah berisiko melemah ke Rp 14.550/US$. Penembusan level tersebut akan memicu pelemahan lebih lanjut ke Rp 14.570 hingga Rp 14.580/US$.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *