Mayoritas Bursa Asia Ditutup Menguat, Hang Seng-KOSPI Melemah

Posted on



Jakarta, CNBC Indonesia – Mayoritas bursa saham Asia ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu (21/7/2021), mengikuti tren positif di bursa saham global.

Tercatat indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 0,58% ke level 27.548, Shanghai Composite China melesat 0,73% ke 3.562,66, Straits Times Singapura bertambah 0,25% ke 3.119, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 0,21% ke 6.029,98.

Sementara untuk indeks Hang Seng Hong Kong dan KOSPI Korea Selatan pada hari ini ditutup di zona merah. Indeks Hang Seng ditutup turun 0,13% ke level 27.224,58 dan KOSPI melemah 0,52% ke 3.215,91.

Pasar saham Hong Kong ditutup melemah karena pelemahan saham teknologi di Hong Kong akibat sentimen negatif dari peraturan ketat Beijing.

Indeks teknologi Hang Seng turun karena peraturan ketat Beijing terus membebani sektor teknologi di Hong Kong.

Sebelumnya, Administrasi Cyberspace China (CAC) mengatakan bahwa mereka memanggil perwakilan dari sejumlah perusahaan aplikasi teknologi di antaranya Kuaishou (Beijing Kuaishou Technology Co), alat perpesanan Tencent QQ, Taobao Alibaba dan Weibo karena menyebarkan konten eksplisit terkait anak-anak.

Sementara itu di Korea Selatan, indeks KOSPI juga ditutup lebih rendah karena investor di Negeri Ginseng tersebut lebih khawatir bahwa lonjakan Covid-19 dapat menghambat pemulihan ekonomi global, melebihi sentimen positif yang datang pada hari ini.

Varian Delta untuk saat ini telah menggeser inflasi sebagai sumber kekhawatiran utama investor, di mana pemerintah setempat melaporkan rekor harian infeksi baru pada hari ini.

Hal ini terjadi di tengah melonjaknya ekspor Negeri Ginseng dalam 20 hari pertama pada Juli 2021, yakni melonjak 32,8% menjadi US$ 32,58 miliar.

Namun sebagian besar, pelaku pasar saham di Asia pada hari ini cenderung positif karena bursa saham Amerika Serikat (AS) yang ditutup melesat pada Selasa (20/7/2021) waktu setempat.

Lonjakan tersebut terjadi sehari setelah koreksi dalam pada Senin (19/7/2021) lalu, di mana indeks Dow Jones ambles lebih dari 700 poin dipicu keprihatinan seputar pertumbuhan global dan pemulihan ekonomi di tengah kenaikan kasus virus corona (Covid-19) akibat penyebaran varian Delta.

Reli bursa saham Asia juga terjadi setelah ekspor Jepang tercatat melesat 48,6% (secara tahunan) per Juni, atau lebih baik dari ekspektasi ekonom dalam polling Reuters yang berujung pada angka 46,2%.

Walaupun begitu, perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 yang mulai digelar pada Jumat (23/7/2021) mendatang dapat memperburuk perkembangan pandemi Covid-19 di Jepang dan dapat menyebabkan ketidakstabilan politik, di mana hal ini telah menjadi hambatan utama bagi pasar dalam beberapa bulan terakhir.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *