Kematian Meroket, Satgas Covid-19: Ini Tak Bisa Ditoleransi

Posted on



Jakarta, CNBC Indonesia– Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito buka suara mengenai tingginya kasus kematian di Indonesia dalam sepekan terakhir.

Dia menegaskan menurunkan kasus kematian harus menjadi fokus penanganan. Angka kematian yang cenderung mengalami peningkatan selama 7 hari terakhir ini patut dijadikan refleksi bersama. Terlebih sudah 6 hari berturut-turut kematian kita mencapai angka lebih dari 1000 setiap harinya.

“Ini tidak bisa ditoleransi lagi karena ini bukan sekadar angka, di dalamnya ada keluarga, kerabat, kolega, dan orang-orang tercinta yang pergi meninggalkan kita,” tegas Prof. Wiku, ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (22/5/2021).

Menurutnya, kasus positif yang turun dan kesembuhan yang meningkat harus diikuti dengan kematian yang turun pula. Selain itu, zonasi risiko tingkat kabupaten/kota saat ini menunjukkan perkembangan ke arah yang kurang baik.

Saat ini Kabupaten/kota dengan zona risiko tinggi menjadi yang terbanyak sepanjang pandemi, yaitu 180 Kabupaten/kota. Zonasi ini didominasi Kabupaten/kota dari provinsi Jawa Timur sebanyak 33 kab/kota, Jawa Tengah 29 kab/kota, dan Jawa Barat 21 kab/kota.

“Untuk itu perlu dipastikan sebelum dilakukan pembukaan bertahap, kita wajib bergotong royong dalam meningkatkan testing, dan menurunkan angka kematian,” kata Prof. Wiku.

Dia menambahkan, perkembangan yang sudah relatif membaik seperti kasus positif, kasus aktif, dan BOR harian yang menunjukkan penurunan, serta kesembuhan yang meningkat harus terus dipertahankan. Dengan begitu, zonasi risiko wilayah-wilayah yang saat ini berada di zona merah dapat segera membaik dan berpindah ke zona oranye dan zona kuning.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hari ini, Kamis (22/7/2021) kasus kematian bertambah 1.449 orang. Jumlah ini merupakan rekor dan memecahkan rekor yang tercipta sehari sebelumnya 1.383 orang. Dengan pertambahan hari ini maka total kasus kematian di Indonesia mencapai 79.032 orang.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *