Kasus Pembobolan Rekening oleh Suami Sendiri, Haruskah Pasangan Berbagi PIN ATM?

Posted on


Kasus Pembobolan Rekening oleh Suami Sendiri, Haruskah Pasangan Berbagi PIN ATM?
Ilustrasi Menggunakan ATM Foto: Shutter Stock

Anja Ayu Miranti, menjadi sorotan publik usai pengakuan di akun twitternya @njanjani kalau uang Rp 35 juta di rekening BRI dibobol. Setelah ditelusuri, pelakunya ternyata suaminya sendiri.

Kejadian serupa juga pernah dialami nasabah Jenius yang melalui akun twitternya @tantrides, mengungkapkan mengalami pembobolan rekening. Tetapi pelakunya juga ternyata suami sendiri.

Belajar dari kedua kejadian tersebut, apakah memang perlu suami dan istri berbagai PIN ATM untuk mengatur keuangannya?

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, mengatakan sebenarnya tidak masalah kalau suami istri mengetahui PIN ATM. Apalagi, kalau suami istri masing-masing mempunyai penghasilan.

Sebenarnya ada opsi membuat rekening bank bersama. Namun, Andy merasa rekening tersebut baru diperlukan kalau memang suami istri merasa sangat perlu mengontrol keluar atau masuknya uang bersama.

"Namun bila kondisinya masing-masing bekerja dan memiliki rekening penampungan yang terpisah, maka cukup dengan saling mengetahui kode PIN ATM ataupun password mobile banking masing-masing," kata Andy saat dihubungi, Minggu (1/8).

Andy merasa bisa saja dalam perjalanan ada kejadian tidak mengenakkan yang memerlukan uang, tetapi salah satu ada kendala. Sehingga dengan diketahuinya PIN ATM itu bisa dimaksimalkan pemanfaatan uang tabungan di salah satu rekening suami atau istri.

"(Tahu PIN ATM) Hal ini diperlukan sebenarnya lebih pada untuk kondisi darurat. Semisal salah satu sedang sakit atau meninggal dunia tiba-tiba, maka pasangannya tetap dapat segera mengakses rekening tersebut," ujar Andy.

Kasus Pembobolan Rekening oleh Suami Sendiri, Haruskah Pasangan Berbagi PIN ATM? (1)
Ilustrasi ATM Foto: Pixabay

Andy menegaskan saling mengetahui PIN ATM bukan berarti bebas menggunakannya. Ia menuturkan masing-masing harus saling bertanggung jawab terkait penggunaan uang tabungan.

"Di balik saling mengetahui PIN dan password tersebut memang diperlukan kejujuran yang tinggi. Artinya bila salah satu mengambil uang pasangannya maka segera sampaikan kepada pemiliknya," ungkap Andy.

Andy mengungkapkan pemberitahuan tersebut dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Apabila ada permasalahan, Andy menyarankan harus diselidiki dulu sebelum mengunggah di media sosial.

"Bila belajar dari berita tersebut, ada baiknya ketika nasabah melapor kehilangan kepada bank maka jangan memposting dulu hal tersebut di sosmed sebelum mendapatkan kejelasan dari pihak bank," tutur Andy.

"Atau sebelumnya juga dapat melakukan tracking secara mandiri ke mana perginya uang tersebut dari histori transaksi yang terjadi," tambahnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *