Kantongi 25.000 Nasabah Platform blu, BCA Digital Bidik IPO!

Posted on



Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Digital BCA berencana melakukan penawaran umum saham perdana (initial pubilc offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun tampaknya rencana itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini melainkan dalam jangka panjang.

Direktur Utama BCA Digital, Lanny Budiati mengatakan jika saat ini fokus perseroan ialah mengembangkan platform blu, platform BCA digital. Namun pihaknya tidak menutup kemungkinan soal aksi korporasi termasuk IPO.

“Untuk posisi sekarang fokus mengembangkan bisnis dulu. Karena baru launching hari ini,” kata Lanny dalam Konferensi Pers secara daring, Kamis (22/7/2021).

Dia mengatakan aksi korporasi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan nanti. Selain itu rencana aksi korporasi juga berkoordinasi dengan shareholder (pemegang saham) dan regulator terkait. Saat ini saham terbesar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai induk dari Bank Digital BCA yakni dipegang Grup Djarum.

“Jadi fokus kami sekarang mengembangkan bisnis dan apakah ada rencana ke depannya seperti itu? Tentu saja ada, dengan mempertimbangkan kebutuhan,” ungkapnya.

Fokus blu saat ini ialah memperbesar basis konsumen. Lanny juga mengungkapkan pihaknya melalui blu berkomitmen untuk mengumpulkan hingga ratusan ribu pengguna ke depannya.

Hingga saat ini blu sudah mengumpulkan sekitar 25.000 nasabah, aktivasinya melalui organik tanpa iklan.

“Target mengumpulkan ratusan ribu nasabah, posisi sekarang 25 ribuan sudah sukses aktivasi secara organik tanpa iklan. Tentunya kami berharap bekerja sama target yang kita tetapkan,” kata Lanny.

Rencana IPO Bank Digital BCA juga telah diungkapkan Sekretaris Perusahaan BCA Raymon Yonarto, dalam suratnya menjawab pertanyaan BEI. Rencananya IPO dilakukan dalam waktu 1 hingga 2 tahun ke depan.

“Benar bahwa perseroan memiliki rencana pengembangan bisnis atas entitas anak perusahaan yakni BCA Digital untuk jangka panjang termasuk potensi IPO dalam 1-2 tahun ke depan,”kata Raymon.

Namun demikian, jelas Raymon, rencana IPO ini akan mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan dinamika pasar dan perkembangan ekonomi di masa mendatang.

Bank Digital BCA adalah salah satu dari tujuh bank yang saat ini sedang dalam proses menjadi bank digital bersama PT BRI Agroniaga Tbk, (AGRO), PT Bank Neo Commerce Tbk, (BBYB), PT Bank Capital Tbk(BACA). Lalu ada pula, PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI), PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) dan PT Bank KEB Hana.

Bank Digital BCA adalah hasil transformasi dari PT Bank Royal Indonesia. BCA mengambilalih saham Bank Royal pada November 2019. Nilai pengambilalihan yang dilakukan adalah sebesar Rp 988.046.957.182.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *