Ini 3 Perbedaan Bus Mesin Depan dan Belakang di Indonesia

Posted on



Bus Juragan99. Foto: instagram.com/juragan99trans
Bus secara umum terbagi atas dua macam letak posisi mesin, yakni depan dan belakang. Meski sekilas tak tampak perbedaan antar keduanya, rupanya tiap tipe memiliki ciri khas dan peruntukannya masing-masing.

Sadar atau tidak, bus yang pakai mesin depan kerap ditemukan sebagai angkutan kota. Makanya jangan heran setiap kali duduk atau berdiri di depan, suara raungan mesinnya terdengar jelas.

Beda halnya dengan mesin bus belakang. Tipe bus ini biasanya untuk angkutan jarak jauh atau biasa disebut AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Oleh karena itu ketika hendak menaikinya atau bahkan duduk di depan akan terasa senyap karena letak mesinnya jauh di belakang.

Tapi selain diferensiasi tadi, ada beberapa hal perbedaan antara mesin bus depan dan belakang. Mulai dari detail fisik hingga tugasnya untuk mengangkut penumpang, berikut ini ulasannya.

1. Bus mesin depan ideal untuk bus ekonomi

Deputy Director Bus & Van Sales Operation Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) Adri Budiman mengatakan, sasis mesin depan bus Mercedes-Benz biasa digunakan untuk bus perkotaan tipe ekonomi atau AC ekonomi.

“Untuk Mercy mesin depan ada yang tipe OF 1623 pakai mesin seri 906, jadi peruntukannya untuk bus reguler jarak pendek yang kebanyakan kondisi stop and go,” ujar Adri kepada kumparan beberapa waktu lalu.

Bus di Terminal Pulo Gebang Foto: Abdul Latif/kumparan

Sederhananya serupa mobil bermesin depan, yang secara output tenaga dan torsi lebih terasa di putaran awal. Begitupun untuk bus perkotaan, karena tugasnya untuk jarak pendek hingga menengah, juga sesekali menepi untuk menaik dan menurunkan penumpang, akan cocok pakai mesin depan.

Sementara bus bermesin belakang ideal untuk rute perjalanan jauh atau rute bus AKAP, yang lajunya cenderung konstan. Selain itu karena letak mesinnya jauh dari kabin, hawa panasnya tak mudah masuk ke kabin sehingga makin mewujudkan kenyamanan yang dibutuhkan penumpang.

2. Bus mesin depan punya gundukan di kabin depan

Lanjut ke fisiknya, buat yang ngeh biasanya bus mesin depan punya pijakan kaki yang tinggi. Kemudian terdapat gundukan besar pada bagian depan kabin bus. Biasanya pada bus kota jadul, gundukan ini difungsikan untuk tempat duduk lesehan para penumpang.

Ilustrasi sopir dan kenek bus Foto: dok. Nugroho Febianto

Buat yang belum tahu, gundukan tersebut adalah ruang jantung mekanis dari si bus. Makanya ada yang posisi jok pengemudinya lebih rendah, ada juga yang selevel gundukan tadi. Atas bentuk tersebut juga kadang membuat jalan masuk penumpang lebih sempit.

“Secara desain bus mesin depan lebih ekonomis, secara investasi juga lebih kecil. Makanya ada istilah one million chassis. Mesin depan itu kuat banget sampai 1 juta kilometer belum ada masalah apa pun,” ungkap Adri.

Beda halnya pada mesin belakang. Tangganya cenderung punya step yang manusiawi. Gang untuk lewat penumpangnya juga terbilang lebar dan leluasa bagi siapa saja penumpangnya. Yang jadi hambatan paling kursi lipat yang biasa disematkan di tengah kabin depan bus.

3. Bus mesin belakang tak punya grille, bus mesin depan punya

Terakhir secara fisik dari luar. Sekali lagi bagi yang jeli, bus mesin belakang pada bagian moncongnya tak terdapat grille seperti halnya mobil kebanyakan. Cuma ada panel bodi tertutup yang biasanya memisahkan mika lampu. Makanya secara tampilan lebih ‘bersih’.

Bus Trans Jaya. Foto: Dok. Istimewa

Adapun grille atau kisi-kisi udara bus bermesin belakang dipindah ke samping buritan bus. Umumnya berupa panel besi yang berlubang sebagai lubang angin.

Sebaliknya untuk bus mesin depan terdapat grille berupa lubang kisi-kisi sebagai tempat masuknya udara ke mesin. Secara tampilan memang tak begitu rapi tapi membuatnya lebih gahar.

Terminal Pulo Gebang ramai pemudik Foto: Iqra Ardini/kumparan

Selain itu karena bagian belakangnya tak terdapat mesin, tampang belakang mesin bus depan justru malah lebih polos karena semuanya dipasang bodi panel tertutup.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *