Ikatan Alumni UIN Dukung Percepatan Kekebalan Komunal

Posted on


Upaya mempercepat kekebalan komunal (herd immunity) dengan vaksinasi harus didukung semua pihak. Karena itu, Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (IKALUIN) menggelar vaksinasi yang diikuti 1.000 peserta untuk kalangan keluarga alumni, mahasiswa, dan civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Vaksinasi ini upaya yang harus ditempuh untuk mempercepat kekebalan komunal. Pandemi covid-19 harus segera berakhir. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama mendukung vaksinasi. Kami bisa pastikan bahwa vaksinasi itu aman dan halal,” kata Ketua Umum Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (IKALUIN)Ace Hasan Syadzily. kepada Media Indonesia yang ditemui sela-sela Vaksinasi IKALUIN di Gedung Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta di Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (22/7).

Sebelumnya, pemerintah menargetkan 70-80% penduduk Indonesia divaksin untuk mencapai kekebalan komunal di mana kekebalan komunal ini berasal dari mayoritas kekebalan individu terhadap penyakit infeksi tertentu. Artinya, semakin banyak orang yang kebal terhadap suatu penyakit, maka semakin sulit penyakit tersebut menyebar.

Pemerintah mengumumkan revisi target vaksinasi nasional, Selasa (13/7) dari 181,5 juta menjadi 208.265.720 penduduk. Penambahan target dilakukan dengan memasukkan anak usia 12-17 tahun sebagai target vaksinasi.

Ace sangat menyayangkan masih ada pihak-pihak yang menolak vaksinasi, baik alasan kesehatan atau teologis. “Sebagai kampus Islam, berbasis muslim, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa vaksin itu aman dan halal. Ini perlu saya tegaskan karena masih ada pihak yang menyebut vaksin ini mengandung zat yang haram,” tandas Ace yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Vaksinasi, lanjutnya, adalah bagian dari hifdzun nafs (memelihara jiwa). Umat Islam berkewajiban untuk menjaga diri sendiri dan orang lain. “Dengan vaksinasi diri kita terjaga dari virus korona. Dengan terjaga kita pun tak akan menularkan vitrus kepada orang lain,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya, kata dia, mengadakan vaksinasi dengan skrining yang ketat. “Semua peserta vaksinasi ditanya terlebih dahulu kondisi kesehatan. Dicek pula tensi dan saturasinya. Begitu pula jika pasca-vaksinasi terjadi sesuatu kami lakukan penanganan,” tuturnya.

Menurutnya, vaksinasi kali pertama ini berjalan sukses. Selanjutnya, pihaknya akan menggelar vaksinasi untuk masyarakat luas. “Alhamdulillah vaksinasi ini mendapat respons yang positif. Insya Allah ke depan kita adakan lagi untuk masyarakat luas,” pungkasnya. (OL-12)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *