Dana Asing Masuk Bursa RI, Saham Big Cap Diborong

Posted on



Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (21/7/2021), di tengah kepastian pemberlakuan perpanjangan PPKM Darurat oleh Presiden Joko Widodo.

Indeks acuan bursa nasional tersebut dibuka menguat 0,29% ke level 6.034,57. Selang 13 menit IHSG kembali menanjak naik 0,49% ke level 6.046,65. Namun pada pukul 09:45 WIB, penguatan IHSG cenderung terpangkas, yakni menguat 0,22% ke 6.030,47

Data perdagangan mencatat nilai transaksi pagi hari ini sebesar Rp 3,4 triliun dan terpantau investor asing membeli bersih Rp 84 miliar di pasar reguler. Sebanyak 210 saham menguat, 214 melemah dan 165 lainnya mendatar.

Dari enam saham yang diborong oleh asing pada pagi hari ini, empat diantaranya merupakan saham perbankan berkapitalisasi terbesar (big cap).

Berikut saham-saham yang diborong oleh investor asing pada hari ini.

Di posisi pertama terdapat saham perbankan big cap, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang melesat 1,85% ke level Rp 3.850/unit pada pagi hari ini.

Investor asing pun memborong saham BBRI sebanyak Rp 54,5 miliar di pasar reguler. Data perdagangan mencatat nilai transaksi saham BBRI mencapai Rp 194 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 50,4 juta lembar saham.

Selanjutnya, di posisi kedua juga masih diduduki oleh saham perbankan big cap, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang melonjak 2,61% ke level Rp 5.900/unit.

Tercatat investor asing mengoleksi saham BMRI sebanyak 42,9 miliar di pasar reguler pada hari ini. Nilai transaksi saham BMRI pun mencapai Rp 101,6 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 17,2 juta lembar saham.

Sedangkan di posisi ketiga terdapat saham perbankan dengan kapitalisasi pasar paling jumbo, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang berhasil menguat 0,92% ke posisi RP 30.300/unit.

Asing pun memborong saham BBCA sebanyak Rp 17,9 miliar di pasar reguler pagi hari ini. Adapun nilai transaksi saham BBCA pagi hari ini mencapai Rp 352,2 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 10,7 juta lembar saham.

Selain memburu empat saham perbankan big cap, asing juga tercatat mengoleksi saham emiten rumah sakit, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sebesar Rp 7,25 miliar dan saham emiten pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp 4,46 miliar

Pada Selasa (20/7/2021) malam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat, yang sebelumnya berlaku pada 3-20 Juli, hingga 25 Juli 2021.

“Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap,” kata Jokowi dalam keterangan pers yang ditayangkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7).

Perpanjangan PPKM Darurat masih akan menjadi salah satu sentimen utama yang membayangi pasar Tanah Air, seiring dengan lonjakan kasus virus corona (Covid-19) akhir-akhir ini.

Adapun hingga kemarin, penambahan kasus baru Covid-19 masih tinggi alias belum berada di bawah target yang dipatok pemerintah ketika memutuskan aturan PPKM Darurat, yakni 10.000 kasus baru/hari.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Selasa (20/7/2021), tambahan kasus Covid-19 mencapai 38.325 kasus. Sehingga secara total, ada 2,95 juta kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

Berdasarkan tambahan tersebut pula, kasus aktif di Indonesia saat ini bertambah 7.254 atau secara total kasus aktif di Indonesia mencapai 550.192 orang.

TIM RISET CNB INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *